Pusdi CSR

Foto bersama Prof. Ida Widianingsih, S.IP., M.A., Ph.D (Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan & Riset, FISIP UNPAD), bersama pembicara, dan tamu undangan, sebelum acara seminar

Jatinangor, Jumat 22 September 2023. Dalam rangka Hari ‘Hantaru’ Nasional 2023, Pusdi CSR Kewirausahaan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat FISIP Unpad bersama ATR/BPN (Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional) Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat dan World Bank menyelenggarakan Seminar dan Diskusi. Acara ini berlangsung di Gedung B. Lantai 301 Kampus FISIP Universitas Padjadjaran Acara dimulai pukul 08.30 sampai dengan selesai.

Seminar yang bertema ‘Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan dengan Membangun Kota Lengkap Menuju Kesejahteraan Sosial’ menghadirkan dua praktisi pertanahan dan satu orang akademisi, yaitu Ir. Rochmat Darmawan (Kepala Bidang Survei dan Pemetaan Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Jawa Barat, Budi Jaya ST., MT. (Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Kota Bogor, dan Dr. Santoso Tri Raharjo (Kepala Pusat Studi CSR, Kewirausahaan Sosial, dan Pemberdayaan Masayarakat FISIP-UNPAD).

Dalam sambutannya Prof. Ida Widianingsih, S.IP., M.A., Ph.D (Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan & Riset, FISIP UNPAD) mengemukakan bahwa persoalan pertanahan di Indonesia merupakan isu yang tidak dapat  dilihat dengan satu sudut pandang keilmuan (monodisipliner). Perlu pendekatan multidisipliner dan interdisipliner dalam menyikapi isu pertanahan, khususnya terkait dengan kesejahteraan masyarakat. “Oleh karena itu, FISIP -UNPAD menawarkan kepada para praktisi di bidang pertanahan untuk meningkatan pengetahuan, wawasan dan kemampuan kajian dengan menimba ilmu di berbagai Program Studi pada Program Pasca Sarjana baik Program Magister maupun Doktoral”, imbuh Prof Ida.

Foto bersama Kepala Kantor ATR/BPN Jabar beserta jajarannya, Kepala Pusdi CSR, dan World Bank seusai kegiatan seminar.

Rudi Rubijaya (Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Jawa Barat) menyatakan,’bahwa sudah menjadi komitmen bagi kami untuk meningkatkan layanan pertanahan secara lengkap, sebagai bentuk perlindungan sosial sehingga memungkinkan berbagai aktifitas masyarakat mencapai tujuannya”. Hal ini sesuai dengan visi kementerian ATR/BPN yaitu ‘Terwujudnya penataan ruag dan pengelollan pertanaan yang terpercaya dan berstandar dunia dalam melayani masyarakat untuk mendukung tercapainya: ‘Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong'”, lanjut Rudi.

“Sejak tahun 2017 dimulainya program Melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) hingga tahun 2022  di Jawa Barat terjadi peningkatan jumlah tanah terdaftar sebanyak 28 kali lipat. Peningkatan layanan sertifikasi tanah yang sangat signifikan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan rasa aman, sehingga dapat memicu terwujudnya kesejahteraan masyarakat”, demikian dinyatakan oleh pak Rochmat Darmawan (Kepala Bidang Survei dan Pemetaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *